Minggu, 28 Mei 2017

Kamar Hotel Termahal di Seoul


Tinggal di hotel dengan tarif Rp 2 juta sampai Rp 5 juta semalam tentu menyenangkan. Beragam fasilitas tersedia lengkap. Namun apa rasanya jika kamu menginap di hotel bertarif Rp 23 juta semalam?

Jurnalis Dream dan beberapa media nasional berkesempatan mengintip kemewahan salah satu kamar termahal di hotel baru Korea Selatan, Signiel Seoul Hotel. Kamar dengan tarif termahal ini hanya ada satu dari 235 kamar yang disediakan.

"Sudah ada satu orang yang menyewa kamar termahal ini. Dia salah satu orang kaya," kata staf hotel yang hari itu menjadi pemandu para jurnalis yang ikut rombongon Korea Tourism Organization (KTO).

Signiel Seoul Hotel terletak di Lotte World Tower yang berdekatan dengan destinasi wisata berupa pencakar langit tertinggi Korea Selatan, Seoul Sky. Signiel hadir mulai dari lantai 76 sampai 101.

Kamar termahal ini berada di lantai teratas. Selain untuk tamu berkocek tebal, kamar termahal ini juga menyediakan ruang tidur khusus ajudan si tamu. Berada dekat ruang majikannya. Dengan statusnya sebagai kamar termahal, fasilitas yang disediakan pasti istimewa. Kamar ini memiliki sekitar 6 ruangan dengan fungsi berbeda-beda. Ada kamr tidur, ruang kerja, ruang rapat, sampai dapur pribadi.

Luas kamar supermahal ini mencapai 1000 meter persegi. Selain kamar supermahal ini, Signiel juga menyediakan tiga jenis kamar dengan tarif yang pastinya lebih murah. Untuk kelas premium, tamu hotel hanya membayar 750 ribu won (Rp 8,9 juta) per malam. Belum termasuk pajak itu. Signiel menyediakan 5 kamar premium yang semuanya menghadap ke arah sungai terkenal korea, Han.
Setingkat di bawahnya, tamu bisa menyewa kamar deluxe dengan tarif 650 ribu won (Rp 7,7 juta) per malam. Kamar ini memang terlihat cukup kecil namun pemandangan kota Seoul tak kalah mengagumkan.

Sementara satu tingkat diatas kamar supermahal ada kelas premium sweet room. Untuk bisa menginap di ruangan ini, tamu harus membayar 1,7 juta won (Rp 20 juta). Signiel Seoul menyediakan 5 kamar hotel kelas ini yang terdiri atas tiga ruangan yaitu kamar tamu, kamar tidur, dan kamar mandi. Serta sebuah ruang lemari khusus.
Share:

Xiaomi Mi Max 2 dengan Baterai yang Besar


Tentu baterai klaim baterai tahan lama dari sebuah merek smartphone tak selalu terbukti secara benar di dunia nyata. Dengan penggunaan berat, smartphone yang mampu bertahan selama sehari sudah merupakan hal yang bagus.

Namun phablet baru dari Xiaomi, Mi Max 2, ternyata tak main-main soal baterai. Bahkan dilansir dari Mashable, Xiaomi mengklaim phablet ini mampu tahan dua hari tanpa isi daya.

Mi Max 2 sendiri merupakan suksesor dari Mi Max, yang merupakan phablet papan tengah. Mengusung layar 6,44 inci, RAM 4GB, storage 64 atau 128GB, kamera 12MP, serta fingerprint sensor yang dibalut desain metal unibody.

Aspek baterai yang paling diunggulkan Mi Max 2 ini memang tak main-main. Pasalnya, Mi Max 2 mengusung kapasitas 5.300mAh. Peningkatan signifikan dari 4.850mAh yang diusung Mi Max. Dengan spesifikasi seperti ini, Xiaomi membanderol Mi Max 2 dengan harga 1.699 Yuan atau setara dengan 3,2 juta Rupiah. 


Share:

Mengetahui Kesehatan Otak dengan Menjabat Tangan


Jabat tangan sederhana yang sering dilakukan oleh siapa saja ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang seseorang. Tak hanya berkaitan dengan tingkat kepercayaan dirinya, jabat tangan juga bisa mengungkap usia biologis tubuh seseorang termasuk penurunan kemampuan mental dan risiko kematiannya.

Sebuah tim peneliti dari International Institute for Applied System Analysis di Austria percaya bahwa tes jabat tangan bisa digunakan untuk mengetahui usia biologis tubuh yang sebenarnya. Peneliti mengungkap usia biologis dan penurunan kemampuan mental seseorang dengan mengukur kekuatan seseorang saat berjabat tangan.

Hasil yang diterbitkan dalam jurnal online Public Library of Science ONE ini diketahui setelah peneliti melakukan pengamatan terhadap lebih dari 50 penelitian yang berkaitan dengan usia seseorang. Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin kuat jabat tangan seseorang, maka semakin muda juga usia biologis tubuhnya.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa menghitung usia seseorang tak cukup untuk mengetahui usia biologis tubuh mereka yang sesungguhnya, seperti dilansir oleh Daily Mail (08/05). Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa tingkat pendidikan seseorang juga berpengaruh terhadap usia biologis tubuhnya.

"Kami menemukan bahwa wanita berusia 65 tahun memiliki usia biologis empat tahun lebih tua berkaitan dengan tingkat pendidikannya," ungkap peneliti Dr Serguei Scherbov dari IIASA.

Dengan mengetahui kaitan antara jabat tangan dengan usia biologis serta penurunan kemampuan mental seseorang ini, peneliti berharap bisa mengetahui seberapa cepat masyarakat menua dan membandingkan antara satu daerah dan yang lain untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhinya.
Share:

Jumat, 26 Mei 2017

Tips Cantik: Cara Mengetahui Kosmetik Berkualitas dan Tidak


Untuk mendapatkan penampilan cantik, wanita membutuhkan makeup yang berkualitas. Harga mahal bukanlah jaminan. Karenanya, kita perlu melakukan pengecekan sendiri untuk memastikan makeup yang akan dibeli benar-benar bagus.

Makeup artist Teddy Lim mengungkap cara praktis membedakan makeup yang berkualitas dan yang tidak. "Makeup yang bagus mudah diaplikasikan, itu tanda paling utama," ungkap Teddy Lim yang saat ini berkolaborasi dengan brand makeup Ultima II. "Jadi mencoba terlebih dulu makeup yang akan dibeli, sangat disarankan."

Untuk eyeshadow misalnya, sapukan sedikit di punggung tangan. Jika warnanya berbeda dengan yang ada di palet, maka makeup-nya tidak bagus.  
Apabila saat disapukan warna tidak merata dan terasa lengket, nyangkut-nyangkut, maka jangan dibeli. "Coba saja di tangan. Kalau eyeshadow yang bagus, warna di palet dan yang terlihat di tangan sama. Dan rasa partikelnya halus, gampang dibaur," ujar Teddy Lim. 



Uji coba ini berlaku juga untuk lipstik dan bedak. "Untuk makeup berkualitas, saya juga tidak sarankan makeup yang beraroma atau wangi. Ada kemungkinan sebabkan alergi, terutama untuk pemilik kulit sensitif," ujarnya.  
Share:

Selain Belanda dan Korea, Jepang Ikut Bantu Proyek NCICD

Pemerintah Jepang ikut membantu proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di pesisir Jakarta.

“Ini kita dapat bantuan tiga negara. Tidak cuma Belanda dan Korea, Jepang juga," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso di Jakarta, pada Jumat 26 Mei 2017.

Kementerian menargetkan pembangunan tanggul sepanjang 22 kilometer, sebagai bagian proyek NCICD,  bakal selesai dua tahun lagi.

Menurut Imam, Japan International Cooperation Agency (JICA) akan membantu menangani masalah land subsidence atau penurunan permukaan tanah yang dialami Jakarta.

JICA diminta membantu penyelidikan dan pengawasan, serta mendampingi Kementerian PUPR merumuskan strategi spesifik menanggulangi turunnya permukaan tanah.

Penanganan land subsidence menjadi penting seiring pelaksanaan proyek tanggul fase A NCICD. Menurut Imam, kini di Jakarta permukaan air laut lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah.

Selain detail bantuan, Imam juga menuturkan sampai kapan Jepang akan terlibat. "Mereka baru masuk bulan Februari kemarin, jadi masih dalam progres. Kontraknya dua tahun," ujarnya.

Proyek NCICD mencakup pembangunan tanggul laut di pesisir utara Jakarta dalam tiga tahap. Kini pemerintah tengah berkutat untuk menyelesaikan tanggul pantai tahap pertama atau fase A pada 2019.

Sebelumnya, pemerintah melalui Bappenas juga dibantu Ministry of Infrastructure and Environment Belanda untuk masterplan keseluruhan, dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) untuk detail desain tanggul.

Imam Santoso  menjelaskan rencana pembangunan tanggul saat ini sebenarnya sepanjang 122 kilometer. Terdiri dari 60 kilometer di pesisir Jakarta sebagai penahan, serta tambahan 62 kilometer aliran sungai-sungai untuk sanitasi, antisipasi pencemaran dan penurunan tanah.

"Saat ini kami prioritaskan lagi dari 60, 22 kilometer kami prioritaskan, karena di sepanjang itu titik kritisnya," ujar Imam. Masyarakat sekitar, tambahnya, memerlukan tanggul untuk mengurangi banjir dari masuknya air rob ke darat.

Imam menambahkan, bobot pekerjaan bagian prioritas tersebut dibebankan kepada tiga pihak yakni Kementerian PUPR dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku perwakilan pemerintah daerah, serta sisanya oleh pengembang swasta.

Kementerian PUPR hingga saat ini telah mendapatkan pendanaan multiyears contract untuk pekerjaan sepanjang 4,3 kilometer di lapangan.

"Ini belum selesai, progresnya baru 32 persen, yang 22 kilometer ini kami targetkan rampung 2019," ucap Imam optimistis.


Share:

Boeing Akan Bangun Pesawat Antariksa Militer AS XS-1


Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) hari ini mengumumkan bahwa mereka telah memilih Boeing untuk melanjutkan proyek XS-1, yang dikenal sebagai Experimental Spaceplane, setelah terjadi persaingan ketat di antara perusahaan-perusahaan kedirgantaraan.

XS-1 ditujukan untuk menjadi pesawat antariksa militer yang dapat digunakan kembali dan mampu meluncurkan satelit seberat 1.360 kilogram ke orbit 10 kali dalam 10 hari. Pesawat ruang angkasa tersebut dapat secara dramatis mengurangi biaya peluncuran menjadi US$ 5 juta per penerbangan, menurut pejabat DARPA.

"XS-1 bukan pesawat tradisional atau kendaraan peluncur konvensional melainkan kombinasi keduanya, dengan tujuan untuk menurunkan biaya peluncuran dan mengubah waktu menunggu peluncuran yang lama dengan peluncuran sesuai permintaan," ujar Manajer Program DARPA, Jess Sponable, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Livescience, Kamis 25 Mei 2017.

"Kami sangat senang dengan kemajuan Boeing pada XS-1 sampai Tahap 1 dari program ini dan berharap dapat melanjutkan kerja sama erat kami dalam pengembangan yang baru didanai ini ke Tahap 2 dan 3, yaitu fabrikasi dan penerbangan," tambah Sponable.

Tes peluncuran pertama akan dimulai pada Tahap 3, yang bertujuan untuk meluncurkan XS-1 antara 12 dan 15 kali pada tahun 2020. Pada Tahap 2 dari program XS-1, Boeing membangun dan menguji teknologi pesawat pada tahun 2019, menurut pernyataan DARPA. Uji coba berbasis ground akan disertakan, untuk menunjukkan kelayakan peluncuran pesawat 10 kali dalam 10 hari, kata pejabat DARPA.

Desain Phantom Express XS-1 Boeing mengalahkan beberapa konsep oleh dua tim lainnya, yaitu kemitraan Masten Space Systems dan XCOR Aerospace, dan tim Northrop Grumman dan Virgin Galactic.

Phantom Express XS-1 dirancang untuk diluncurkan ke tepi antariksa, dan melepaskan peluncur tahap kedua yang akan membawa satelit ke orbit. Pesawat ruang angkasa itu kemudian akan kembali ke Bumi untuk melakukan pendaratan di landasan pacu.

XS-1 akan diluncurkan secara vertikal menggunakan mesin Aerojet Rocketdyne AR-22 yang dipicu dengan oksigen cair dan hidrogen cair. “Mesin AR-22 adalah versi mesin utama yang digunakan untuk menyalakan pesawat antariksa NASA,” perwakilan Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Phantom Express akan dibangun oleh divisi Phantom Works milik Boeing, yang juga membangun dua pesawat antariksa robot X-37B yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara AS untuk misi rahasia.

Pesawat ruang angkasa X-37B yang dapat digunakan kembali telah menerbangkan empat misi hingga saat ini, dengan misi terbaru (disebut OTV-4) mendarat di Kennedy Space Center milik NASA di Cape Canaveral, Florida, pada 7 Mei setelah 718 hari di orbit.


Share:

Senin, 15 Mei 2017

Sidang E-KTP, Perusahaan Rekanan Mengaku Raih Keuntungan


Kepala Departemen Keuangan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Indri Mardiani menuturkan perusahannya telah diuntungkan dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri.

“Kalau di PNRI keuntungan sebesar 6 sekian persen,” kata dia saat bersaksi  di sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

Menurut Indri yang juga mantan Koordinator Bagian Keuangan Manajemen Bersama Konsorsium PNRI, keuntungan sebesar 6 persen itu jika dikalkulasi setara dengan Rp 107 miliar. Ia menyebutkan keuntungan tersebut diperoleh dari tahun 2011 hingga 2014.

Pada persidangan lanjutan korupsi e-KTP hari ini, tim jaksa penuntut umum menghadirkan tiga saksi dari perusahaan rekanan proyek, yakni pemenang tender pengadaan: Konsorsium PNRI. Mereka adalah Perum PNRI, PT LEN Industri, dan PT Sandipala Arthaputra. Dalam kesaksiannya, mereka menyebutkan keuntungan masing-masing yang diperoleh dari proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Asisten Manajer Keuangan PT Sandipala Arthaputra Fajri Agus Setiawan menuturkan perusahannya telah menerima keuntungan sebesar 23,7 persen dari proyek e-KTP. Jumlah tersebut sama dengan sekitar Rp 140 miliar dari 2011-2013.

Fajri mengatakan perusahannya fokus pada pencetakan blangko e-KTP dan pendistribusian. Ia menyebut target pencetakan sekitar 51 juta blangko.

Sementara itu Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi PT LEN Industri Yani Kurniati mengatakan perusahannya justru merugi dari proyek e-KTP. Ia mengaku dari proyek itu, pihaknya rugi sekitar Rp 20 miliar.

Yani menjelaskan kerugian dialami lantaran masih ada biaya tetap yang harus dikeluarkan. Misalnya untuk membayar listrik dan pegawai. Pihaknya mengaku tidak mengeluarkan modal karena berbasis trading. Sehingga pembayaran dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari perusahaan dalam proyek. “Tapi dibayar by progress dan perusahaan harus pinjam uang,” kata dia.
Share:

Ransomware WannaCry Versi Baru Muncul Setelah Serangan Jumat


Pakar keamanan memperingatkan bahwa versi baru WannaCry telah muncul akhir pekan lalu, sebagaimana dikutip Techcrunch Minggu malam 14 Mei 2017.

Ransom baru ini tidak memiliki protokol kill switch yang menghentikan serangan cyber versi awal pada hari Jumat.

Sebelumnya pada Minggu malam, Pusat Keamanan Cyber Nasional Inggris mengeluarkan sebuah peringatan baru tentang kemungkinan serangan lainnya.

“Sejak serangan ransomware terkoordinasi global terhadap ribuan organisasi sektor swasta dan publik di belasan negara pada hari Jumat, tidak ada serangan baru yang berkelanjutan dari jenis tersebut."

"Tetapi penting untuk dipahami bahwa cara kerja serangan ini berarti bahwa serangan pada komputer dan jaringan yang telah terjadi mungkin belum terdeteksi, dan bahwa infeksi dari malware itu dapat menyebar di dalam jaringan."

"Ini berarti bahwa pada saat hari kerja baru dimulai, kemungkinan di Inggris dan tempat lain, kasus-kasus ransomware lebih lanjut mungkin akan terungkap, mungkin dalam skala yang signifikan."

Pada akhir hari kerja pada hari Jumat, ketika versi awal dari serangan WannaCry terdeteksi, ratusan ribu komputer terinfeksi.

Ketika pekerja di Asia bangun pada hari Senin pagi, pakar keamanan memperkirakan gelombang komputer lain akan terkena serangan ransomware tersebut.

New York Times melaporkan bahwa beberapa pengamat industri keamanan mengatakan bahwa gelombang kedua serangan telah dimulai.

Menulis di blognya, Matt Suiche, pendiri Comae Technologies, menguraikan beberapa varian baru dari ransomware yang ditemukan spesialis cybersecurity.

“Hari ini (14 Mei 2017), 2 varian baru muncul. Satu yang saya blokir dengan mendaftarkan nama domain baru, dan yang kedua yang hanya sebagian bekerja karena hanya menyebar dan *tidak* mengenkripsi file karena arsip rusak."

"Sebuah varian baru telah ditangkap oleh @benkow_ dan dikirim kepada saya untuk dianalisis. Saya membalikkannya dan menemukan sebuah kill-switch baru (ifferfsodp9ifjaposdfjhgosurijfaewrwergwea.com) yang segera saya daftarkan untuk menghentikan gelombang baru serangan global. Kemudian, saya menyinkronkan dengan @MalwareTechBlog dan @2sec4u untuk memetakan domain baru ke sinkhole server untuk memasok peta infeksi interaktif langsung. Ini adalah 32f24601153be0885f11d62e0a8a2f0280a2034fc981d8184180c5d3b1b9e8cf."

"Sebuah varian baru tanpa kill-switch tertangkap oleh Kaspersky. Meski, varian ini hanya bekerja *sebagian* karena arsip ransomware rusak – namun penyebarannya tetap bekerja. Ini adalah 07c44729e2c570b37db695323249474831f5861d45318bf49ccf5d2f5c8ea1cd."
Dan peneliti cybersecurity anonim, yang menemukan kill switch pada serangan malware awal juga memberi peringatan kepada administrator sistem.

"Saat ini, Anda mungkin sadar bahwa serangan malware awal berasal dari kode bocor yang dikembangkan oleh National Security Administration. Serangan tersebut bekerja dengan memanfaatkan celah di Microsoft Windows. Meskipun Microsoft telah menyediakan patch untuk perangkat lunak beberapa bulan yang lalu, tidak semua orang memperbarui sistem mereka, yang menyebabkan kerentanan itu dieksploitasi peretas anonim."

Menurut penjelasan Symantec, ransomware mengenkripsi file data dan meminta pengguna membayar uang tebusan sebesar US$ 300, yang akan digandakan jika pembayaran tidak dilakukan setelah tiga hari. Setelah seminggu, file terenkripsi akan dihapus.


Share:
Copyright © Lot Tol Blog | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com